|
Cari Jurnal
|
Volume 11, No. 1, Edisi Juni 2012
ISSN 1411-514X
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta
Gedung R, UNJ, Jl. Rawamangun Muka I, Jakarta
E-Mail: muchransyah@yahoo.co.id
Sri Hartoyo, Tb. Sjafri Mangkuprawira, dan Nunung Kusnadi
Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor
Jalan Raya Pajajaran, Kampus IPB Gunung Gede, Bogor
Abstract
Production inefficiency usually is analyzed by using two efficiency approaches, technical and allocative efficiency. This study performs direct calculations of the technical efficiency of rice farming in Java by using the stochastic frontier and inefficiency that influence on a model. The data consisted of the 2007 Patanas Data released by the Center for Socio Economic and Agricultural Policy, Agricultural Research and Development Agency, Ministry of Agriculture, conducted in three provinces of West Java, Central Java and East Java that are implemented in several major rice producing districts. The result of this study indicated that the production of paddy rice field in West Java, Central Java and East Java where positively influenced by the extensive paddy fields, the number of seeds used, urea fertilizer and ZA, TSP, KCL and NPK fertilizers as well as the number of labors family and non family. Accessibility factors on education, credit and extension service where significantly affected upon the inefficiency of in the province of West Java, Central Java and East Java.
Abstrak
Ketidakefisienan suatu produk dapat dianalisis dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui efisiensi teknis dan efisiensi alokatif. Untuk menghitung efisiensi teknis dan pengaruh ketidakefisienannya dalam studi ini menggunakan model stochastic frontier. Data yang digunakan adalah Data Patanas tahun 2006 dan 2007 yang dikeluarkan oleh Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian yang dilakukan di tiga provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang dilaksanakan di beberapa kabupaten penghasil beras utama. Studi ini menemukan bahwa produksi padi sawah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur secara positif dipengaruhi oleh luas lahan, jumlah bibit yang digunakan, jumlah pupuk yang digunakan (Urea dan ZA, TSP, KCL dan NPK), dan juga jumlah tenaga kerja dalam dan luar keluarga yang digunakan. Faktor aksesibilitas kredit, aksesibilitas penyuluhan dan tingkat pendidikan berpengaruh secara nyata terhadap ketidakefisienan usaha tani padi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.